Tag: alat musik tradisional

Sejarah Alat Musik Sasando dari Pulau Rote

Posted on March 30, 2021 in Keberagaman Musik

Setiap daerah pasti akan memiliki alat musik tradisionalnya masing-masing, termasuk pada alat musik dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Daerah ini memiliki alat musik khas tradisional yang bernama Sasando atau Sasandu. Nusa tenggara Timur, tepatnya di Kepulauan Rote ternyata memiliki kesenian tradisional yang khas dan dikenal yaitu Sasando Rote, alat musik tersebut telah dikenal di dunia Internasional, namun karena Minimnya pengetahuan tentang alat musik tersebut, seperti dikutip dari beberapa referensi di Media, mari kita bahas bersama jenis agen bola tangkas dan asal muasal alat musik tersebut.

Sasando merupakan alat musik tradisional dari kebudayaan Rote, Nusa Tenggara Timur. Orang-orang Rote menyebutnya (Sasandu), artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Atau dalam bahasa Kupang sering menyebutnya sasando, alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara memetik dengan jari-jemari tangan. Sasando adalah sebuah alat instrumen musik yang dipetik. Konon sasando telah digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Pada proses pembuatannya bahan utama sasando adalah bambu yang membentuk tabung panjang. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi penyangga atau ganjalan-ganjalan dalam bahasa rote disebut senda tempat senar-senar atau dawai direntangkan mengelilingi tabung bambu, bertumpu dari atas ke bawah. Senda ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Pada mulanya alat penyetem dawai terbuat dari kayu, yang harus diputar kemudian diketuk untuk mengatur nada yang pas. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman daun lontar yang disebut haik. Haik inilah yang berfungsi sebagai resonansi sasando.

Sejarah Alat Musik Sasando dari Beberapa Versi

  • Versi 1 : Alat musik Sasando terbuat dari bambu khusus yang membentuk tabung panjang. Ternyata di balik bentuknya yang unik terdapat sejarah menarik. Salah satu kisah sejarah yang banyak berkembang di masyarakat mengenai Sasando berkaitan dengan pria bernama Sangguana. Dikisahkan, Sangguana jatuh cinta kepada seorang putri raja saat terdampar di pulau Ndana. Hanya saja, sang Raja tidak bisa menerima Sangguana begitu saja. Ia pun memberikan syarat kepada Sangguana agar bisa diterima, yakni membuat alat musik yang berbeda dari alat musik lainnya. Akhirnya Sangguana mendapatkan ilham dari mimpi, yakni memainkan alat musik yang indah serta bersuara merdu. Ia pun menciptakan Sasando untuk diberikan kepada sang Raja. Raja yang melihat Sasando langsung terpukau hingga akhirnya memperbolehkan Sangguana menikah dengan putrinya.
  • Versi 2 :  konon awalnya adalah ketika seorang pemuda bernama Sangguana (1950-an) terdampar di pulau Ndana saat melaut, ia dibawa oleh penduduk menghadap Raja di Istana. Selama tinggal di istana inilah bakat seni yang dimiliki Sangguana segera diketahui banyak orang sehingga sang Putri Pun terpikat. Ia meminta Sangguana menciptakan alat musik yang belum pernah ada. Suatu malam Sangguana bermimpi sedang memainkan suatu alat musik yang indah bentuk maupun suaranya. Diilhami oleh mimpi tersebut, Sangguana menciptakan alat musik yang diberi nama Sandi (artinya bergetar). Ketika sedang memainkannya Sang Putri bertanya lagu apa yang dimainkan dan Sangguana menjawab “Sari Sandu”. Alat musik itu pun ia berikan kepada Sang Putri yang kemudian menamakannya Depo Hitu yang artinya Sekali Dipetik Tujuh Dawai Bergetar.
  • Versi 3 : Sasando ditemukan oleh dua orang penggembala bernama Lumbilang dan Balialang (diceritakan oleh Jeremias Pah). Ketika meladang bersama domba-domba, mereka membawa sehelai daun lontar, saat kehausan di siang hari mereka melipat daun lontar tersebut untuk menimba air. Untuk melipat, bagian tengah daun berwarna kuning muda harus dibuang dan ketika hendak melepas, tali tersebut dikencangkannya. Tanpa disangka, ketika ditarik keras menimbulkan bunyi nada yang berbeda-beda. Tetapi, karena sering terputus keduanya lantas mencungkili lidi-lidi tersebut. Akhirnya, mereka menemukan bahwa apabila dikaitkan rapat akan membunyikan nada tinggi dan sebaliknya semakin merenggang, dawai akan menghasilkan nada yang rendah
  • Versi 4 : Sasando diciptakan oleh dua orang sahabat yaitu Lunggi dan Balok Ama Sina yang merupakan seorang penggembala domba sekaligus penyadap tuak. Ketika mereka sedang membuat haik dari daun lontar di antara jari-jari dari lembaran daun lontar terdapat semacam benang/fifik yang apabila dikencangkan akan menimbulkan bunyi. Dari pengalaman inilah menimbulkan inspirasi kedua sahabat ini untuk membuat suatu alat musik petik yang dapat meniru suara atau bunyi-bunyian yang ada pada gong, dengan cara mencungkil tulang-tulang daun lontar yang kemudian disenda dengan batangan kayu. Karena suara yang dihasilkan kurang bagus, maka kemudian diganti dengan batangan bamboo yang dicungkil kulitnya serta disenda dengan batangan kayu.
  • Versi 5 : Samuel Ndun alias sembe Feok (1897-1990) seorang manajer (ahli silsilah dan syair) di Rote bagian Barat, bahwa penemu Sasandu adalah seorang yang bernama Pupuk Soroba. Inspirasi  pembuatan Sasandu diperoleh Pupuk Soroba saat menyaksikan seekor laba-laba yang besar sedang asyik memainkan jaring (sarangnya) sehingga terdengar alunan bunyi yang indah. Berdasarkan pengalamannya itu Ia ingin menciptakan suatu alat yang dapat mengeluarkan bunyi yang indah. Untuk merealisir idenya itu, mula-mula Pupuk Soroba mencungkil lidi-lidi daun lontar yang mentah, lalu disenda, kemudian dipetik. Pikiran Soroba makin berkembang, terakhir ruas bambu dipasang pada haik yang terbuat dari daun lontar, serta senar atau dawai mula-mula dibuat dari serat akan pohon beringin, sesudah itu dibuat dari usus musang yang kering, dan ternyata menghasilkan resonansi bunyi yang lebih besar.

Perkembangan Alat Musik Sasando

Perkembangan Sasando berjalan terus seiring berjalannya waktu, terjadi modifikasi bentuk dan peningkatan kualitas bunyi yang diproduksi dengan penggantian dawai. Fifik berganti tulangan daun lontar, kulit bamboo berganti senar kawat, senar tunggal berganti dawai rangkap, akustik berkembang ke elektronik, Sasando Gong berkembang ke Sasando biola menjadi Sasando sebagai alat musik tradisional dengan sentuhan teknologi modern. Kemampuan dan semangat memodifikasi sasando ini mencerminkan karakter serta etos kerja orang Rote yang tinggi dan kedinamisannya dalam bermusik.

Sasando, dalam bidang organologi (ilmu tentang alat-alat musik) tergolong Sitar Tabung Bambu. Menurut para peneliti musik, sitar tabung bambu adalah alat musik asli Asia Tenggara (misalnya Filipina dan Indonesia) yang juga ditemukan di  Madagaskar dengan sebutan Valiha/Ali yang berasal-usul dari Asia Tenggara melalui perpindahan penduduk ( Stanley Sadie Band. The New Grove Dictionary of Musical Instruments).

Fungsi Alat Musik Sasando

Sasando berfungsi untuk mengiringi nyanyian, tari tradisional, upacara adat, hingga pertunjukan syair. Walaupun diciptakan di pulau Rote, Sasando juga berkembang di daerah lainnya, seperti Kupang. Akibatnya, kini Sasando tak hanya dibuat dari bambu khusus. Tetapi di tahun 1960-an juga berkembang menjadi alat musik elektrik oleh pemain Sasando Edu Pah.

Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Untuk memainkannya Sasando, pemain hanya perlu memetik senar yang terdapat pada alat musik tersebut. Hanya saja tak seperti gitar, pemainnya harus menggunakan dua tangan yang berlawanan untuk memetiknya.

Tangan kanan akan berfungsi sebagai accord dan tangan kiri sebagai melodi atau bass. Untuk memainkannya, seseorang harus mempelajari beberapa teknik dari alat musik Sasando terlebih dahulu.

Sejarah Alat Musik Gamelan yang Ada di Indonesia

Posted on March 29, 2021 in Keberagaman Musik

Alat musik gamelan merupakan salah satu budaya asli dari Indonesia yang sangat mudah untuk kalian temukan di Jawa dan juga di Bali. gamelan merupakan alat musik ansambel yang terbuat dari logam serta gambang, gendang dan juga gong. Kalian sudah pasti tahu alat musik gamelan itu seperti apa bentuknya, tapi kalian tahu tidak si sejarah dari alat musik tersebut seperti apa? Apakah kalian penasaran sejarah alat musik gamelan serta cerita cerita menarik lainnya tentang gamelan ini? Berikut ini pengertian, sejarah dan juga cerita cerita mengenai alat musik gamelan. Berikut diantaranya.

Sejarah Gamelan

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu–Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanyikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.

Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Pengertian Gamelan

Gamelan merupakan salah satu alat musik yang terkenal di Indonesia. Alat musik yang satu ini sering kita jumpai pada beberapa kesenian tradisional di Indonesia, terutama di Jawa. Sebenarnya alat musik gamelan juga ada di beberapa daerah di sekitar Jawa, yaitu Bali, Madura dan Lombok. Arti gamelan sebenarnya berasal dari kata “gamel” yang dalam bahasa jawa mempunyai arti memukul atau menabuh. Sedangkan pada akhiran kata ada imbuhan kata “an” yang berfungsi membentuk kata benda. Dengan begitu makna gamelan bisa kita artikan sebagai kumpulan dari beberapa alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh.

Pada awalnya, relief gamelan ada pada dinding Candi Borobudur yang dibangun pada abad kesembilan. Relief pada dinding itu menggambarkan beberapa alat musik gamelan seperti: gendang, seruling bambu, kecapi, dawai dan lonceng. Kemudian pada masa kerajaan Hindu-Budha, alat musik gamelan mulai diperkenalkan pada masyarakat jawa kemudian berkembang di Kerajaan Majapahit. Secara tradisional, masyarakat jawa meyakini bahwa alat musik gamelan adalah diciptakan oleh dewa. Sang Hyang Era Saka adalah dewa yang diyakini sebagai pencipta gamelan itu, selain itu juga dipercaya sebagai dewa yang menguasai semua Tanah Jawa dengan istananya yang ada di daerah Gunung Mahendra (sekitar Gunung Lawu), daerah Medang Kamulan. Alat musik gamelan yang pertama kali diciptakan ialah Gong, yang pada saat itu dipakai untuk memanggil para dewa. Lalu diciptakan pula beberapa alat musik pengiring untuk menyampaikan pesan yang bersifat khusus. Sampai akhirnya terciptalah alat musik gamelan dengan lengkap yang sama seperti saat ini. Selain itu Gamelan Jawa juga berkembang pesat saat zaman Majapahit. Bahkan pada saat itu bisa menyebar ke beberapa daerah di sekitar Jawa, seperti Bali dan Sunda. Akan tetapi gamelan yang ada di Jawa Tengah berbeda dengan gamelan dari Bali dan Sunda. Gamelan Jawa biasanya mempunyai ciri khas yang berbeda, yakni dengan nada yang lembut. Sementara gamelan Bali lebih cenderung rancak dan gamelan Sunda biasanya terdengar lebih mendayu karena lebih didominasi dengan alat musik seruling.

Perkembangan pada Gamelan

Gamelan Jawa pada umumnya digunakan untuk mengiringi sebuah kesenian seperti wayang kulit dan pertunjukan tari. Sampai pada sekarang ini gamelan bisa berdiri sendiri sebagai sebuah pertunjukan alat musik yang banyak diminati. Selain itu, supaya lebih lengkap lagi, kemudian pada pertunjukan itu diiringi oleh sinden.

Pertunjukan alat musik gamelan ini biasanya berlangsung pada acara resmi di keraton, contohnya pada saat sehari sebelum diadakannya sekaten. Selain itu gamelan juga dipakai untuk mengiringi sebuah acara pernikahan yang diadakan oleh keluarga keraton. Pada umumnya kegiatan itu terjadi di keraton Yogyakarta.

Jenis-jenis yang ada di Gamelan

  • Gamelan Gede

Gamelan Gedhe terdiri dari ricikan yang lengkap antara laras slendro dengan laras pelog. Gamelan ini biasanya dipakai pada keperluan konser karawitan atau uyon-uyon.

  • Gamelan Wayang

Dilihat dari namanya, gamelan ini biasanya dipakai untung mengiringi pertunjukan wayang. Di lingkungan Keraton Surakarta, gamelan wayangan terdiri dari kendang, gender barung, gender penerus, slentrem, saron barung dua buah, demung, gambang, seruling, siter,  kecer, ketuk, kempyang, kenong, kempul, dan juga gong suwukan. Sementara untuk gamelan laras pelog juga digunakan untung mengiringi wayang madya dan wayang gedog.

  • Gamelan Pakurmatan

Gamelan ini memiliki 3 jenis, yaitu:

  1. Gamelan Monggang, di lingkungan keraton Surakarta biasanya dipakai untuk mengiringi Grebeg Mulud ketika keluarnya gunungan.
  2. Gamelan Caribbean, gamelan ini dimainkan di kalangan rumah keluarga keraton ketika punya hajat sebagai simbol untuk menghormati para tamu yang telah datang.
  3. Gamelan Kodok Ngorek, di daerah keraton Surakarta biasanya dipakai gamelan ini pada saat raja mengkhitankan putranya. Selain itu gending kodhok ngorek juga dipakai untuk mengiringi acara perkawinan.
  • Gamelan Sekaten

Alat musik ini biasanya hanya dipakai dalam sekali dalam setahun di keraton Yogyakarta dan Surakarta yakni untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Selain itu gamelan Sekaten dimainkan di halaman Masjid Agung pada tanggal 6 – 12 Mulud  (pada bulan jawa).

Macam-macam Alat Musik Gamelan

Bagian Alat Musik Gamelan, nama-nama alat musik dalam Gamelan Jawa:

  • Gendang

Terbuat dari kulit hewan (Sapi atau kambing) Gendang berfungsi utama untuk mengatur irama. Gendang ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu.Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. 

Gendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran ,ladrang irama tanggung. Untuk bermain gendang, dibutuhkan orang yang sangat mendalami budaya Jawa, dan dimainkan dengan perasaan naluri si pemain, tentu saja dengan aturan-aturan yang ada.

  • Demung, Saron, Peking

Alat ini berbentuk bilahan dengan enam atau tujuh bilah (satu oktaf ) ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator. Instrumen mi ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu.

Fakta Menarik Musik Gamelan

Posted on October 31, 2020 in General

Alat musik tradisional yang satu ini memang sekarang sudah sangat mendunia. Ada begitu banyak pertunjukan musikal yang mendunia yang juga mengikut sertakan berbagai alat musik tradisional Indonesia, mulai dari angklung, sampe, kolintang dan juga lain sebagainya. Di antara begitu banyak alat musik tradisional tersebut, salah satu alat musik tradisional Indonesia yang juga sudah sangat melegenda adalah gamelan.

Fakta Menarik Musik Gamelan

Gamelan sudah seperti hidup di dalam DNA setiap warga negara Indonesia. Gamelan sendiri sebenarnya merujuk kepada sebuah gabungan atau sebuah kombinasi dari beberapa instrumen musik tradisional, seperti halnya gong, saron, demung dan juga drum yang dimainkan bersama dalam sebuah keteraturan musikal yang sebelumnya sudah ada. Dengan demikian, bunyi yang dihasilkan akan lebih terdengar harmonis dan juga lebih beriringan.

Gamelan dalam peranannya juga banyak berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Namanya pun sudah cukup dikenal di berbagai macam kalangan musisi dunia. Di balik itu semua, ternyata ada beberapa fakta menarik yang tentunya patut Anda ketahui terkait dengan alat musik tradisional yang satu ini. Apa sajakah hal tersebut?

Merupakan instrumen musik tradisional tertua

Alat musik tradisional yang satu ini memanglah identik dengan rentang waktu yang tua dan juga masa lampau. Bagaimana tidak, musik tradisional sendiri merupakan sebuah musik yang sudah menjadi warisan turun temurun bagi banyaknya kebudayaan. Tidak terkecuali gamelan yang juga ternyata hadir sebagai sebuah alat musik tradisional tertua yang ada di Indonesia.

Faktanya, gamelan yang juga sudah hadir yaitu sejak abad ke 8 setelah masehi. Bukti yang mendukung hal tersebut adalah hadirnya relief gamelan yang kemudian ditemukan di dalam ukiran bangunan candi Borobudur dan juga ukiran candi Prambanan. Kita semua tentunya sudah tahu bahwa kedua candi tersebut tidaklah berusia muda. Itulah juga sebabnya, gamelan dikatakan sebagai sebuah alat musik tradisional tertua yang ada di Indonesia.

Alat musik yang satu ini juga biasanya selalu ada di sebuah pementasan wayang ataupun juga di dalam pernikahan tradisional khas Jawa. Gamelan juga dikenal sebagai alat musik “megah” asli indonesia. Bahkan alat musik ini pun mulai dilirik oleh dunia internasional. Sebagai warga Indonesia sudah semestinya kita harus berbangga diri karena memiliki warisan budaya yang telah diakui dunia.

Hadir di proyek milik NASA

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, gamelan menjadi sebuah alat musik tradisional yang juga turut mengharumkan nama Indonesia di kancah instrumen musik internasional. Namun, kali ini bukan lagi hadir dalam sebuah konser instrumental atau pementasan dunia saja, melainkan sebuah proyek luar angkasa yang dimiliki oleh NASA.

Instrumen gamelan yang hadir di dalam proyek Voyager milik NASA pada tahun 1977. Menurut sumber dari situs resmi yang merupakan milik NASA, proyek tersebut nantinya akan dimaksudkan untuk mengumandangkan berbagai macam hal mengenai bumi ke ruang angkasa. Di dalam proyek tersebut, NASA juga menghadirkan berbagai macam jenis musik dari begitu banyak kebudayaan di seluruh dunia, dimana gamelan merupakan salah satunya.

Menjadi Alat terapi

Fakta menarik lainnya adalah, ternyata bunyi dari alat musik gamelan dapat digunakan sebagai salah satu media untuk terapi. Seperti yang sudah dilansir dari sumber media Inggris, bunyi gamelan tersebut digunakan sebagai sebuah performa musikal khusus yang dipercaya cukup ampuh untuk merileksasi tahanan-tahanan. Diharapkan dengan metode terapi bunyi gamelan tersebut, tahanan juga akan menjadi lebih rileks dan juga mereka tidak tertekan selama berada di dalam penjara.

Digunakan Sebagai Sound Effect dalam film The Hobbit

Siapa yang tidak tahu film The Hobbit? Ya, film yang sekuelnya pernah merajai perfilman dunia ini sudah sangat melekat di ingatan para pecinta film layar lebar dunia. Namun tahukah anda, bahwa gamelan ternyata menjadi salah satu instrumen musik tradisional Indonesia yang dipakai untuk memberikan sebuah efek suara dalam film tersebut?

Bagi Anda yang penasaran, Anda bisa mencoba melihat kembali sekuel dari film The Hobbit yang berjudul “The Desolation of Smaug”. Setelah itu, anda dapat memasang telinga Anda baik-baik saat adegan dimana Bilbo Baggins berjalan di tumpukan harta karun di Lonely Mountain. Di scene tersebut suara gamelan akan terdengar pada saat koin-koin emas yang tersimpan di dalam gunung tersebut teracak-acak akibat injakan dari kaki Bilbo Baggins.

Menjadi Sarana Berlatih Mengontrol Emosi

Diperlukan sebuah waktu yang juga cukup lama untuk dapat berlatih menguasai sebuah alat musik. Begitu juga dengan alat musik gamelan. Berdasarkan dengan pengakuan dari para pemain instrumen tersebut, diperlukan sebuah penguasaan diri dan juga penguasaan emosi yang cukup tinggi untuk dapat memainkan berbagai macam nada yang benar-benar dari instrumen ini. Itulah sebabnya, gamelan menjadi salah satu instrumen yang tepat untuk berlatih menguasai diri.

Syarat dengan Tradisi

Dalam mitologi Jawa sendiri, Gamelan adalah sebuah alat musik yang diciptakan pada era Saka oleh Sang Hyang Guru yang merupakan seorang dewa yang menguasai seluruh daratan tanah Jawa. Sang Hyang Guru juga diyakini memiliki istana yang berada di atas gunung Mahendra yang terletak di Medang Kamulan, yang sekarang ini lebih dikenal dengan nama gunung Lawu.

Terkenal di Luar Negri

Walaupun berasal dari Indonesia, Gamelan juga sangat dikenal baik oleh masyarakat dunia. Bahkan saat ini Gamelan menjadi mata kuliah wajib di beberapa universitas yang ada di luar negeri seperti Universitas California yang berada di Berkeley, Amerika Serikat, dan juga Tokyo University of Fine Art and Music yang ada di Jepang. Bahkan di New Zealand School of Music (NZSM) alat musik Gamelan Jawa sudah menjadi sebuah kurikulum tetap dan kursus untuk mempelajari alat musik Gamelan di sana selalu kelebihan kuota dan peserta.

Candu Narkoba dengan Alunan Gamelan

Di negeri kita sendiri, gamelan ternyata juga sudah dimanfaatkan sebagai sebuah media terapi. Seperti yang juga pernah dilansir di Liputan6.com , Narapidana yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar Bali mereka menjalani terapi kesenian gamelan tektekan dan mempelajari tari kecak khas Bali. Dan selama terapi ini mereka juga menggunakan sebuah seragam khusus yaitu sebuah baju kuning dan sarung bermotif kotak-kotak.

Gamelan Untuk Skizofrenia Meksiko

Adalah salah satu Instituto Nacional de Psiquiatria Ramón de la Fuente. Berada dibawah naungan Kementerian kesehatan Meksiko yang merupakan sebuah pusat rehabilitasi psikologi terbesar dan juga terkemuka yang ada di Meksiko. Mereka telah melakukan Lokakarya tentang pemanfaatan gamelan dan kemudian hal tersebut ditutup dengan pergelaran gamelan oleh para penderita Skizofrenia. Seperti kita tahu skizofrenia adalah sebuah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan berpikir dan juga gangguan emosi.

Bagaimana? Sudahkah Anda mengetahui beberapa fakta yang menarik mengenai gamelan yang dijelaskan di atas ? Setelah mengetahuinya, tentu anda jadi semakin mencintai alat musik tradisional tersebut, bukan? Mari menjadi warga negara yang juga ikut aktif melestarikan kebudayaan musik Indonesia. Semoga artikel ini juga bisa menambah pengetahuan anda tentang alat musik gamelan. Terimakasih.

Fakta Angklung, Alat Musik Sunda yang Mendunia

Posted on September 4, 2020 in General

Jawa Barat yang dimana dikenal dengan makanannya yang sangat khas serta juga dikenal dengan kondisi alamnya yang disana sangat indah, juga Jawa barat yang sangat dikenal dengan alat musik yang berbentuk unik dan juga sangat beragam. Salah satunya adalah alat musik yang sangat unik dan juga sudah sangat dikenal adalah Angklung. Alat musik yang dimana terbuat dari bambu tersebut dimana saat ini merupakan sebuah alat musik yang dimana namanya sendiri sudah sangat dikenal luas bahkan juga alat musik jenis ini yang dimana juga telah diakui oleh dunia sebagai salah satu dari jenis alat musik yang dimana alat musik ini sendiri sangat khas Indonesia.

Fakta Angklung, Alat Musik Sunda yang Mendunia

Dalam budaya Sunda alat musik Angklung sendiri yang dimana biasanya banyak dipakai sebagai salah satu dari alat musik yang dimana juga biasanya mengiringi acara dari kebudayaan yang dimana juga dilaksanakan di sebuah tataran Sunda. Alat yang dimana juga menjadi salah satu dari jenis musik dengan sebuah variasi dari bunyi lebih dari satu itu yang dimana juga ternyata memiliki sebuah fakta dimana menarik dan juga jarang untuk dapat diketahui oleh masyarakat luas. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta menarik tentang alat musik ini yang dimana masih jarang diketahui. Berikut ini fakta menarik seputar alat musik angklung. 

Asal Mula Istilah Angklung

Angklung sendiri yang dimana juga berasal dari sebuah bahasa Sunda yaitu Angkleung. Angkleungan yang dimana juga berarti sebuah gerakan tangan dari permainan tembak ikan joker123 yang dimana juga dapat menggerakkan sebuah alat musik yang berbahan dasar bambu tersebut. Versi lainnya yang dimana angklung sendiri merupakan salah satu istilah dari suara yang dimana juga alat musik ini dari alat musik tersebut yang mana merupakan sebuah istilah dari suara yang dimana ditimbulkan dari sebuah alat musik yaitu Versi lain yang dimana juga menjadi salah satu  dimana nama angklung sendiri yang merupakan istilah dari suara yang memang ditimbulkan dari sebuah alat musik tersebut yaitu Klung-klung-klung jika alat musik tersebut dimainkan lalu di bunyikan.

Ritual Pemujaan

Alat musik Angklung juga sebagai alat musik yang dimana juga sering dikenal sebagai sebuah alat musik yang digunakan untuk melakukan sebuah sarana dan juga pemujaan kepada Dewi Sri (Nyai Sri Pocachi) yang dimana yang pertama itu pada abad ke 12 sampai dengan abad ke 16. Dalam budaya Sunda sendiri dimana Dewi Sri Pohaci yang dimana juga dimitoskan sebagai salah satu Dewi kesuburan untuk tanah serta juga sebagai pertanian yang dimana dipercaya juga oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat yang ada pada era tersebut.

Pemacu Semangat Perang

Angklung sendiri yang dimana juga dikenal pada masa penjajahan portugis hingga juga dengan Belanda, alat musik angklung sendiri yang dimana merupakan alat musik yang banyak dimainkan oleh masyarakat setempat ketika mereka sedang melaksanakan sebuah peperangan yang digunakan untuk dapat melawan semua penjajah. Hal ini sendiri yang dimana bisa dilakukan atau alat angklung sendiri yang dimana juga oleh masyarakat setempat ketika dimana juga sedang melaksanakan sebuah peperangan melawan sebuah penjajah. Hal yang dimana tersebut juga dilakukan sebagai komando semangat kepada para rakyat yang dimana juga melawan sebuah penjajah sebagaimana yang sudah diceritakan dalam sebuah kidung sunda.

Ditakuti Penjajah

Alat musik Angklung yang juga sudah dapat dipercaya sebagai salah satu dari alat musik yang dimana juga di takuti oleh para penjajah. Hal tersebut juga karna juga menjadi salah satu hal yang dianggap memiliki sebuah unsur mistik yang dimana juga membawa sebuah semangat perlawanan dari para rakyat dan juga penjajah. Angklung sendiri yang dimana juga menjadi salah satu dari alat musik yang dimana juga digunakan pada saat itu sebagai salah satu hiburan yang membuat semangat. Sehingga dimana juga membuat pemerintah Belanda yang dimana juga sempat mengeluarkan sebuah kebijakan untuk dapat melarang sebuah penggunaan alat musik tersebut. Hanya pada saat itu kalangan menengah yang dimana juga ke bawah saja yang dimana juga boleh memainkan sebuah Angklung, itupun juga dibatasi.

Dijadikan Simbol Mata Uang

Angklung sendiri juga bukan hanya dikenal sebagai alat musik khas tanah sunda, namun angklung sendiri juga menjadi salah satu simbol mata uang dari uang Indonesia. Dimana untuk dapat meningkatkan sebuah kecintaan yang dimana hal ini sendiri akan sebuah budaya melalui sebuah alat musik Angklung, dimana pemerintah pun juga memasukan sebuah gambar Angklung kedalam sebuah uang koin pecahan Rp 1000 rupiah. Sehingga juga anak juga muda yang ada di era sekarang yang dimana juga dapat mengetahui bahwa juga terdapat sebuah alat musik yang dimana juga sangat disukai dunia.

Dikenal Masyarakat Jawa Timur

Seperti yang juga sudah dicantumkan oleh situs berita online yang dimana, ternyata asal mula pada alat musik angklung sendiri berasal dari wilayah jawa timur. Dimana menurut sebuah keterang tersebut juga tidak ada nya keterangan yang pasti tentang seputar kapan alat musik angklung ini pada akhirnya bisa dapat mendunia. Hanya saja menurut keterangan tertua yang dimana dari kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa alat musik tersebut yang dimana juga berasal dari jawa timur.

Angklung yang dimana juga dipergunakan dalam sebuah upacara yang dimana biasanya akan digunakan dalam penyambutan kedatangan raja pada saat itu. Dalam sebuah kitab tersebut juga dimana diceritakan di batman bahwa kesenian angklung sendiri adalah salah satu hal yang dimainkan oleh rakyat pada saat menyambut Raja Hayam Wuruk yang dimana pada saat mengadakan sebuah peninjauan keliling daerah  yang pada saat itu terjadi di Jawa Timur pada 1359.

Dibuat Menggunakan Bambu Khusus

Angklung sendiri alat musik yang dimana untuk dapat membuat alat musik Angklung sendiri yang dimana tidak bisa memakai sembarang bambu untuk bahan dasarnya. Untuk membuat alat musik angklung sendiri yang dimana tidak bisa memakai sembarang bambu yang digunakan. Dimana untuk ini diperlukan beberapa bambu khusus yaitu bambu yang hitam atau awi wulung dengan bahasa ilmiah yaitu Gigantochloa atter, Bambu Tali dengan nama ilmiah Gigantochloa apus dan juga bambu tutul dengan nama ilmiah Bambusa vulgaris. Oleh masyarakat sunda yang diman juga sendiri dimana juga ke tiga jenis bambu tersebut yang dimana juga merupakan sebuah merupakan sebuah bambu dengan sebuah kualitas terbaik dan biasanya jenis bambu ini juga akan kuat, berbunyi nyaring dan juga tidak mudah berjamur. 

Diperlukan juga Waktu Khusus yang digunakan untuk dapat memotong bambu yang ada dari pohon. Untuk dapat membuat Angklung sendiri yang dimana juga menurut sebuah kepercayaan yang dimana sudah di pegang oleh masyarakat Sunda, yang dimana juga diperlukan waktu tertentu untuk dapat mengambil bambu dari pohon di waktu pagi. Dimana di waktu itu sendiri di ketahui dan juga dipercaya  menjadi sebuah waktu yang dianggap kadar airnya sedang rendah yang ada di dalam pohon bambu.

Itulah beberapa keunikan dari alat musik angklung yang dimana merupakan sebuah alat musik khas indonesia yang namanya sudah sangat terkenal di mancanegara. Dimanakita sebgai penerusbangsa tentunya bisa membantu untyk dapat melestarikan alat musik tersebut. 

Alat Musik Tradisional Indonesia

Posted on August 6, 2020 in General

Di tengah dengan gempuran dan juga perkembangan yang dimana sekarang ini menjadi suatu hal yang sudah semakin canggih, dimana sudah banyak bermunculan alat musik jenis baru. Banyak yang sekarang ini mendengarkan musik dengan menggunakan smartphone, dimana jenis musik sekarang sudah sangat berkembang dengan pesat dan juga sekarang menjadi suatu yang bergam. Musik yang sekarang ini sudah semakin canggih dimana keberadaan alat musik tradisional yang sudah jarang dimainkan namun tidak pernah hilang dan juga masih banyak dinikmati oleh banyak orang, hingga kini. Bahkan juga sekarang ini ada beberapa alat musik tradisional asal indonesia yang dimana menjadi alat musik yang dikenal oleh mancanegara.

Alat Musik Tradisional Indonesia 

Dimana indonesia sendiri merupakan salah satu dari negara yang kaya akan keberagaman alat musiknya, tertunama alat musik tradisional. Hal ini dimana juga tidak lepas dari kekayaan dan juga kebudayaan masyarakat. Dimana ada begitu banyak alat musik yang sekarang ini anda temui dan semuanya memiliki keunikan masing-masing. Dibawah ini adalah beberapa dari alat musik tradisional yang dimana sangat terkenal dan juga menjadi alat musik yang juga sangat mendunia, sebagai berikut.

1. Gamelan

Jenis alat musik yang satu ini dimana salah satu dari alat musik tradisional yang juga sudah dikenal oleh mancanegara. Alamat musik ini yang dimana merupakan salah satu dari alat musik yang berasal dari jawa tengah. Untuk cara memainkan gamelan sendiri adalah alat musik yang dimana dimainkan dengan cara dipukul. Kata gamelan sendiri merupakan yang berasal dari Jawa yang artinya gamel yang dimana memiliki arti memukul atau juga menabuh, diikuti juga dengan akhiran an yang dimana  menjadikannya sebuah dari kata benda. Gamelan yang dimana merupakan salah satu dari alat musik yang terdiri dari himpunan alat musik seperti halnya kendang, bonang barung, bonang penerus, dan juga demung, saron dan juga rebab. Orkes ini yang dimana kebanyakan dari alat musik ini yang berasal dan juga terdapat di pulau Jawa, Bali, Madura,dan juga Lombok yang dimana jenis ukuran dan juga bentuknya yang sangat beragam.

2. Angklung

Alat musik angklung sendiri yang dimana tidak hanya terkenal sebagai salah satu hal yang dimiliki oleh Indonesia namun juga dikenal oleh mancanegara, ternyata alat musik ini juga merupakan alat musik yang dimana banyak juga warga asing yang juga tertarik dengan alat musik yang asalnya dari jawa barat ini. Cara ini dimana memainkan angklung adalah salah satu yang dimana dimainkan dengan cara menggerakan tangan pemainnya. Angklung sendiri yang dimana menjadi salah satu alat musik tradisional yang bahan dasarnya menggunakan bambu, dibunyikan dengan cara menggoyangkan tangan. Setelah digoyangkan maka bunyinya juga akan keluar, hal ini disebabkan dimana oleh benturan yang diakibatkan oleh pipa bambu. Dimana bunyi yang bergetar akan menghasilkan sebuah susunan nada seperti  2, 3 sampai juga dengan 4 nada yang ada di dalam setiap ukuran abik dalam besar maupun kecil. Ada banyak juga jenis dari angklung yang ada di Indonesia bukan hanya angklung yang berasal dari Jawa Barat namun juga angklung yang juga berasal dari beberapa wilayah lainya seperi angklung Bali, angklung Banyuwangi, Angklung Gubrag dan juga sebagainya.

3. Kolintang

Alat musik tradisional lainnya juga menjadi salah satu dari alat musik yang mendunia lainya adalah Kolintang. Yang dimana juga merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Minahasa, Sulawesi  Utara. Bahkan juga dalam permainan Kolintang juga pada tahun 2009 yang dimana pernah berhasil memecahkan rekor dunia di tahun tersebut. Dikutip juga dari laman Liputan6.com yang dimana tercatat pada saat itu hingga 3.011 orang yang dimana mereka telah memainkan alat musik bambu tersebut dengan cara bersama-sama dan juga dimana pada saat itu 1.223 orang yang dimana memainkan kolintang secara massal yang pada saat itu terjadi di Stadion Tondano, Minahasa, di provinsi Sulawesi Utara. Ribuan peserta yang dimana pada saat itu memainkan alat musik mereka masing-masing secara apik yang dimana sehingga nada yang dihasilkan pun merupakan suatu nada yang tampak serasi dan juga memiliki nilai yang dimana sangat tinggi. Bahkan tak sia-sia jika kemudian empat rekor dunia berhasil di raih di dalam acara tersebut. 

4. Sasando

Alat musik tradisional selanjutnya adalah Sasando yang dimana alat musik ini juga masuk ke dalam jenis alat musik tradisional, yang juga sudah dikenal oleh wisatawan mancanegara. Sasando yang dimana untuk alat musik  yang satu ini diketahui konon sudah digunakan oleh masyarakat di Rote, yang berada Nusa Tenggara Timur pada sejak abad ke-7. Kini sasando sendiri yang dimana kerap disebut juga mirip gitar ini menjadi sebuah alat musik tradisional yang telah mendunia. Sasando memiliki sebuah bagian utama yang dimana berbentuk tabung dan juga panjang yang dimana terbuat dari bambu. Pada bagian dari tengah alat musik ini yang berdawai berbentuk secara melingkar dari atas ke bawa.

Yang dimana dawai dawai pada Sasando digunakan untuk dapat memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat yang dimana biasanya akan digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat pulau Rote. Kini dengan sedikit memodifikasi pada Sasando elektrik. Meski modern alat musik ini juga tetap dipertahankan bentuknya yang sangat klasik. Di indonesia Sasando yang dimana merupakan alat musik yang terbilang sekarang ini langka seiring dengan berkurangnya minat anak muda yang dimana memainkan alat musik ini. Padahal sudah dengan modifikasi elektrik yang dimana tak menutup kemungkinan juga bisa bersaing dengan beberapa jenis alat musik masa kini.

5. Serune Kale

Alat musik tradisional satu ini yang dimana telah lama menjadi salah satu alat musik yang berkembang dan dihayati juga oleh masyarakat Aceh. Alat musik ini juga menjadi salah satu dari alat musik yang sangat populer di daerah Pidie, kawasan Aceh Utara, Aceh Besar dan juga Aceh Barat. Alat musik yang satu ini yang dimana kerap kali dimainkan pada saat bersamaan dengan Rapai dan juga dengan  Gendrang pada sebuah acara-acara hiburan, acara tari-tarian atau juga upacara penyambutan bagi tamu kehormatan.

Bahan dasar yang dimana biasanya digunakan untuk membuat sarune kale ini adalah biasanya bahan dasar yang dimana berupa kayu, kuningan dan juga juga berupa tembaga. Bentuk dari sebuah alat musik ini yang dimana merupakan dari alat musik yang hampir menyerupai dengan sebuah bentuk seruling bambu. Warna yang dimana ada di dalam dasarnya yang berbentuk hitam yang dimana berfungsi sebagai salah satu pemanis atau juga penghias musik dari tradisional Aceh.

Itulah beberapa alat musik tradisional yang juga sudah terkenal di mancanegara. Alat musik tersebut tidak hanya alat musik yang terkenal dan juga dimainkan di indonesia tapi terkadang dimainkan di beberapa festival penting. Kita tentunya sebagai penerus bangsa dimana harus menjaga dan juga melestarikan tentang alat musik tradisional tersebut.