Month: March 2021

Sejarah Alat Musik Sasando dari Pulau Rote

Posted on March 30, 2021 in Keberagaman Musik

Setiap daerah pasti akan memiliki alat musik tradisionalnya masing-masing, termasuk pada alat musik dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Daerah ini memiliki alat musik khas tradisional yang bernama Sasando atau Sasandu. Nusa tenggara Timur, tepatnya di Kepulauan Rote ternyata memiliki kesenian tradisional yang khas dan dikenal yaitu Sasando Rote, alat musik tersebut telah dikenal di dunia Internasional, namun karena Minimnya pengetahuan tentang alat musik tersebut, seperti dikutip dari beberapa referensi di Media, mari kita bahas bersama jenis agen bola tangkas dan asal muasal alat musik tersebut.

Sasando merupakan alat musik tradisional dari kebudayaan Rote, Nusa Tenggara Timur. Orang-orang Rote menyebutnya (Sasandu), artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Atau dalam bahasa Kupang sering menyebutnya sasando, alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara memetik dengan jari-jemari tangan. Sasando adalah sebuah alat instrumen musik yang dipetik. Konon sasando telah digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Pada proses pembuatannya bahan utama sasando adalah bambu yang membentuk tabung panjang. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi penyangga atau ganjalan-ganjalan dalam bahasa rote disebut senda tempat senar-senar atau dawai direntangkan mengelilingi tabung bambu, bertumpu dari atas ke bawah. Senda ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Pada mulanya alat penyetem dawai terbuat dari kayu, yang harus diputar kemudian diketuk untuk mengatur nada yang pas. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman daun lontar yang disebut haik. Haik inilah yang berfungsi sebagai resonansi sasando.

Sejarah Alat Musik Sasando dari Beberapa Versi

  • Versi 1 : Alat musik Sasando terbuat dari bambu khusus yang membentuk tabung panjang. Ternyata di balik bentuknya yang unik terdapat sejarah menarik. Salah satu kisah sejarah yang banyak berkembang di masyarakat mengenai Sasando berkaitan dengan pria bernama Sangguana. Dikisahkan, Sangguana jatuh cinta kepada seorang putri raja saat terdampar di pulau Ndana. Hanya saja, sang Raja tidak bisa menerima Sangguana begitu saja. Ia pun memberikan syarat kepada Sangguana agar bisa diterima, yakni membuat alat musik yang berbeda dari alat musik lainnya. Akhirnya Sangguana mendapatkan ilham dari mimpi, yakni memainkan alat musik yang indah serta bersuara merdu. Ia pun menciptakan Sasando untuk diberikan kepada sang Raja. Raja yang melihat Sasando langsung terpukau hingga akhirnya memperbolehkan Sangguana menikah dengan putrinya.
  • Versi 2 :  konon awalnya adalah ketika seorang pemuda bernama Sangguana (1950-an) terdampar di pulau Ndana saat melaut, ia dibawa oleh penduduk menghadap Raja di Istana. Selama tinggal di istana inilah bakat seni yang dimiliki Sangguana segera diketahui banyak orang sehingga sang Putri Pun terpikat. Ia meminta Sangguana menciptakan alat musik yang belum pernah ada. Suatu malam Sangguana bermimpi sedang memainkan suatu alat musik yang indah bentuk maupun suaranya. Diilhami oleh mimpi tersebut, Sangguana menciptakan alat musik yang diberi nama Sandi (artinya bergetar). Ketika sedang memainkannya Sang Putri bertanya lagu apa yang dimainkan dan Sangguana menjawab “Sari Sandu”. Alat musik itu pun ia berikan kepada Sang Putri yang kemudian menamakannya Depo Hitu yang artinya Sekali Dipetik Tujuh Dawai Bergetar.
  • Versi 3 : Sasando ditemukan oleh dua orang penggembala bernama Lumbilang dan Balialang (diceritakan oleh Jeremias Pah). Ketika meladang bersama domba-domba, mereka membawa sehelai daun lontar, saat kehausan di siang hari mereka melipat daun lontar tersebut untuk menimba air. Untuk melipat, bagian tengah daun berwarna kuning muda harus dibuang dan ketika hendak melepas, tali tersebut dikencangkannya. Tanpa disangka, ketika ditarik keras menimbulkan bunyi nada yang berbeda-beda. Tetapi, karena sering terputus keduanya lantas mencungkili lidi-lidi tersebut. Akhirnya, mereka menemukan bahwa apabila dikaitkan rapat akan membunyikan nada tinggi dan sebaliknya semakin merenggang, dawai akan menghasilkan nada yang rendah
  • Versi 4 : Sasando diciptakan oleh dua orang sahabat yaitu Lunggi dan Balok Ama Sina yang merupakan seorang penggembala domba sekaligus penyadap tuak. Ketika mereka sedang membuat haik dari daun lontar di antara jari-jari dari lembaran daun lontar terdapat semacam benang/fifik yang apabila dikencangkan akan menimbulkan bunyi. Dari pengalaman inilah menimbulkan inspirasi kedua sahabat ini untuk membuat suatu alat musik petik yang dapat meniru suara atau bunyi-bunyian yang ada pada gong, dengan cara mencungkil tulang-tulang daun lontar yang kemudian disenda dengan batangan kayu. Karena suara yang dihasilkan kurang bagus, maka kemudian diganti dengan batangan bamboo yang dicungkil kulitnya serta disenda dengan batangan kayu.
  • Versi 5 : Samuel Ndun alias sembe Feok (1897-1990) seorang manajer (ahli silsilah dan syair) di Rote bagian Barat, bahwa penemu Sasandu adalah seorang yang bernama Pupuk Soroba. Inspirasi  pembuatan Sasandu diperoleh Pupuk Soroba saat menyaksikan seekor laba-laba yang besar sedang asyik memainkan jaring (sarangnya) sehingga terdengar alunan bunyi yang indah. Berdasarkan pengalamannya itu Ia ingin menciptakan suatu alat yang dapat mengeluarkan bunyi yang indah. Untuk merealisir idenya itu, mula-mula Pupuk Soroba mencungkil lidi-lidi daun lontar yang mentah, lalu disenda, kemudian dipetik. Pikiran Soroba makin berkembang, terakhir ruas bambu dipasang pada haik yang terbuat dari daun lontar, serta senar atau dawai mula-mula dibuat dari serat akan pohon beringin, sesudah itu dibuat dari usus musang yang kering, dan ternyata menghasilkan resonansi bunyi yang lebih besar.

Perkembangan Alat Musik Sasando

Perkembangan Sasando berjalan terus seiring berjalannya waktu, terjadi modifikasi bentuk dan peningkatan kualitas bunyi yang diproduksi dengan penggantian dawai. Fifik berganti tulangan daun lontar, kulit bamboo berganti senar kawat, senar tunggal berganti dawai rangkap, akustik berkembang ke elektronik, Sasando Gong berkembang ke Sasando biola menjadi Sasando sebagai alat musik tradisional dengan sentuhan teknologi modern. Kemampuan dan semangat memodifikasi sasando ini mencerminkan karakter serta etos kerja orang Rote yang tinggi dan kedinamisannya dalam bermusik.

Sasando, dalam bidang organologi (ilmu tentang alat-alat musik) tergolong Sitar Tabung Bambu. Menurut para peneliti musik, sitar tabung bambu adalah alat musik asli Asia Tenggara (misalnya Filipina dan Indonesia) yang juga ditemukan di  Madagaskar dengan sebutan Valiha/Ali yang berasal-usul dari Asia Tenggara melalui perpindahan penduduk ( Stanley Sadie Band. The New Grove Dictionary of Musical Instruments).

Fungsi Alat Musik Sasando

Sasando berfungsi untuk mengiringi nyanyian, tari tradisional, upacara adat, hingga pertunjukan syair. Walaupun diciptakan di pulau Rote, Sasando juga berkembang di daerah lainnya, seperti Kupang. Akibatnya, kini Sasando tak hanya dibuat dari bambu khusus. Tetapi di tahun 1960-an juga berkembang menjadi alat musik elektrik oleh pemain Sasando Edu Pah.

Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Untuk memainkannya Sasando, pemain hanya perlu memetik senar yang terdapat pada alat musik tersebut. Hanya saja tak seperti gitar, pemainnya harus menggunakan dua tangan yang berlawanan untuk memetiknya.

Tangan kanan akan berfungsi sebagai accord dan tangan kiri sebagai melodi atau bass. Untuk memainkannya, seseorang harus mempelajari beberapa teknik dari alat musik Sasando terlebih dahulu.

Sejarah Alat Musik Gamelan yang Ada di Indonesia

Posted on March 29, 2021 in Keberagaman Musik

Alat musik gamelan merupakan salah satu budaya asli dari Indonesia yang sangat mudah untuk kalian temukan di Jawa dan juga di Bali. gamelan merupakan alat musik ansambel yang terbuat dari logam serta gambang, gendang dan juga gong. Kalian sudah pasti tahu alat musik gamelan itu seperti apa bentuknya, tapi kalian tahu tidak si sejarah dari alat musik tersebut seperti apa? Apakah kalian penasaran sejarah alat musik gamelan serta cerita cerita menarik lainnya tentang gamelan ini? Berikut ini pengertian, sejarah dan juga cerita cerita mengenai alat musik gamelan. Berikut diantaranya.

Sejarah Gamelan

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu–Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanyikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.

Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Pengertian Gamelan

Gamelan merupakan salah satu alat musik yang terkenal di Indonesia. Alat musik yang satu ini sering kita jumpai pada beberapa kesenian tradisional di Indonesia, terutama di Jawa. Sebenarnya alat musik gamelan juga ada di beberapa daerah di sekitar Jawa, yaitu Bali, Madura dan Lombok. Arti gamelan sebenarnya berasal dari kata “gamel” yang dalam bahasa jawa mempunyai arti memukul atau menabuh. Sedangkan pada akhiran kata ada imbuhan kata “an” yang berfungsi membentuk kata benda. Dengan begitu makna gamelan bisa kita artikan sebagai kumpulan dari beberapa alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh.

Pada awalnya, relief gamelan ada pada dinding Candi Borobudur yang dibangun pada abad kesembilan. Relief pada dinding itu menggambarkan beberapa alat musik gamelan seperti: gendang, seruling bambu, kecapi, dawai dan lonceng. Kemudian pada masa kerajaan Hindu-Budha, alat musik gamelan mulai diperkenalkan pada masyarakat jawa kemudian berkembang di Kerajaan Majapahit. Secara tradisional, masyarakat jawa meyakini bahwa alat musik gamelan adalah diciptakan oleh dewa. Sang Hyang Era Saka adalah dewa yang diyakini sebagai pencipta gamelan itu, selain itu juga dipercaya sebagai dewa yang menguasai semua Tanah Jawa dengan istananya yang ada di daerah Gunung Mahendra (sekitar Gunung Lawu), daerah Medang Kamulan. Alat musik gamelan yang pertama kali diciptakan ialah Gong, yang pada saat itu dipakai untuk memanggil para dewa. Lalu diciptakan pula beberapa alat musik pengiring untuk menyampaikan pesan yang bersifat khusus. Sampai akhirnya terciptalah alat musik gamelan dengan lengkap yang sama seperti saat ini. Selain itu Gamelan Jawa juga berkembang pesat saat zaman Majapahit. Bahkan pada saat itu bisa menyebar ke beberapa daerah di sekitar Jawa, seperti Bali dan Sunda. Akan tetapi gamelan yang ada di Jawa Tengah berbeda dengan gamelan dari Bali dan Sunda. Gamelan Jawa biasanya mempunyai ciri khas yang berbeda, yakni dengan nada yang lembut. Sementara gamelan Bali lebih cenderung rancak dan gamelan Sunda biasanya terdengar lebih mendayu karena lebih didominasi dengan alat musik seruling.

Perkembangan pada Gamelan

Gamelan Jawa pada umumnya digunakan untuk mengiringi sebuah kesenian seperti wayang kulit dan pertunjukan tari. Sampai pada sekarang ini gamelan bisa berdiri sendiri sebagai sebuah pertunjukan alat musik yang banyak diminati. Selain itu, supaya lebih lengkap lagi, kemudian pada pertunjukan itu diiringi oleh sinden.

Pertunjukan alat musik gamelan ini biasanya berlangsung pada acara resmi di keraton, contohnya pada saat sehari sebelum diadakannya sekaten. Selain itu gamelan juga dipakai untuk mengiringi sebuah acara pernikahan yang diadakan oleh keluarga keraton. Pada umumnya kegiatan itu terjadi di keraton Yogyakarta.

Jenis-jenis yang ada di Gamelan

  • Gamelan Gede

Gamelan Gedhe terdiri dari ricikan yang lengkap antara laras slendro dengan laras pelog. Gamelan ini biasanya dipakai pada keperluan konser karawitan atau uyon-uyon.

  • Gamelan Wayang

Dilihat dari namanya, gamelan ini biasanya dipakai untung mengiringi pertunjukan wayang. Di lingkungan Keraton Surakarta, gamelan wayangan terdiri dari kendang, gender barung, gender penerus, slentrem, saron barung dua buah, demung, gambang, seruling, siter,  kecer, ketuk, kempyang, kenong, kempul, dan juga gong suwukan. Sementara untuk gamelan laras pelog juga digunakan untung mengiringi wayang madya dan wayang gedog.

  • Gamelan Pakurmatan

Gamelan ini memiliki 3 jenis, yaitu:

  1. Gamelan Monggang, di lingkungan keraton Surakarta biasanya dipakai untuk mengiringi Grebeg Mulud ketika keluarnya gunungan.
  2. Gamelan Caribbean, gamelan ini dimainkan di kalangan rumah keluarga keraton ketika punya hajat sebagai simbol untuk menghormati para tamu yang telah datang.
  3. Gamelan Kodok Ngorek, di daerah keraton Surakarta biasanya dipakai gamelan ini pada saat raja mengkhitankan putranya. Selain itu gending kodhok ngorek juga dipakai untuk mengiringi acara perkawinan.
  • Gamelan Sekaten

Alat musik ini biasanya hanya dipakai dalam sekali dalam setahun di keraton Yogyakarta dan Surakarta yakni untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Selain itu gamelan Sekaten dimainkan di halaman Masjid Agung pada tanggal 6 – 12 Mulud  (pada bulan jawa).

Macam-macam Alat Musik Gamelan

Bagian Alat Musik Gamelan, nama-nama alat musik dalam Gamelan Jawa:

  • Gendang

Terbuat dari kulit hewan (Sapi atau kambing) Gendang berfungsi utama untuk mengatur irama. Gendang ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu.Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. 

Gendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran ,ladrang irama tanggung. Untuk bermain gendang, dibutuhkan orang yang sangat mendalami budaya Jawa, dan dimainkan dengan perasaan naluri si pemain, tentu saja dengan aturan-aturan yang ada.

  • Demung, Saron, Peking

Alat ini berbentuk bilahan dengan enam atau tujuh bilah (satu oktaf ) ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator. Instrumen mi ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu.

Musik dari Thailand yang Pernah Menghebohkan Netizen

Posted on March 1, 2021 in Blog

Perbedaan bahasa antar negara bukanlah sebuah halangan bagi kita untuk menikmati hasil karya-karya musisi yang berasal dari luar negeri. Salah satu hasil karya musik luar negeri yang sering sekali menjadi viral adalah lagu-lagu dari negara Thailand.

Jika kalian mendengar lagu Thailand atau lagu-lagu yang bahasanya itu tidak kalian mengerti akan seringkali mengundang momen yang sangat misheard atau bisa jadi kalian bisa salah dengar lagu yang membuat lagu tersebut akan terdengar sangat berbeda di telinga orang-orang yang mendengarkan musik dan juga akan sangat suka untuk dimirip-miripkan dengan bahasa yang ada di dunia. Inilah ada beberapa lagu Thailand yang pernah viral karena memiliki liriknya yang disalah artikan oleh para netizen. Berikut ini ada beberapa lagu yang pernah membuat heboh juga karena liriknya yang sangat nyeleneh.

Moan – Sitti Viboon Feat Pennapa

Lagu berjudul asli ‘Moan’ ini dipublikasikan di Youtube pada tanggal 27 Juni 2018. Hebatnya lagu ini pernah viral di jagat maya. Hal itu karena netizen menilai lirik dari lagu mpo slot ini agak nyeleneh. Tidak hanya itu, lirik dari lagu ini juga terkesan agak vulgar. Kata ‘moan’ sendiri artinya ‘erangan’ dalam bahasa Indonesia.

Bagian paling menarik perhatian adalah bagian reff saat sang penyanyi wanita menyanyikan lirik “wik wik wik wik wik”. Maka tak heran lebih banyak orang Indonesia yang menyebut lagu ini bukan dengan judul aslinya, melainkan disebut Lagu Wikwik. Meskipun dianggap lucu, tetapi sebenarnya lagu ini memiliki arti yang sedih. Lagu tersebut mengisahkan seorang pria yang ditinggal nikah oleh kekasihnya.

Lagu yang Penappa dan rekannya bawakan dibagikan oleh akun TOPLINE Music Official. Sekitar pukul 15.30 WIB, video klip yang resmi diunggah pada 27 Juni 2018 lalu telah ditonton lebih dari 11,9 juta kali di YouTube.

Video klip yang berdurasi 4 menit dan 18 detik itu menampilkan Penappa yang turut menjadi model dan tengah dalam adegan pernikahan. Namun dari lantai bawah, terlihat rekan duet Penapa yang tertunduk lesu menyaksikan prosesi itu.

Menyadari hal itu, Penapa sempat berbalik badan melihat pria yang nampaknya dikisahkan sebagai kekasih Penapa itu. Alunan musik pun mulai dimainkan dan dibuat cukup dramatis. Lirik awal dilantunkan oleh Ṣ̄rīcạnthr̒.

Namun, tiba-tiba musik yang semula terdengar sendu, berubah lebih upbeat dan Penappa yang menyanyikan lirik di bagian tersebut. Hingga tiba pada adegan yang viral di media sosial.

Penappa Nachid terlihat dibaringkan di ranjang oleh sang suami dan lirik dengan nada nyeleneh pun dimulai. Terdengar kata-kata seperti ‘wik’, ‘ah’, ‘oh’, dan ‘ai’ yang masing-masing dilantunkan sebanyak 13 kali.

Sementara, viralnya Penappa Nachid juga turut berpengaruh pada karir bermusiknya. Ia termasuk penyanyi yang kerap membagikan agenda manggung dan beragam momen melalui akun Facebook pribadi.

Ngat Thang Ngat – Toey Atibodin

Lagu ini dipublikasikan pada tanggal 10 Januari 2019 oleh kanal Youtube TSir Sound Official. Orang Indonesia lebih mengenal lagu ini dengan sebutan “Nget Tenget Tenget” karena liriknya terdengar seperti itu. Sebenarnya bukan hanya liriknya saja yang viral, tetapi koreografi dari video musik ini juga sangat kontroversial.

Arti dibalik lagu ini pernah diulas di kanal Youtube Tommy mavis, menurutnya lagu ini menceritakan tentang laki-laki yang melancarkan modus untuk mengajak wanita pujaan hatinya mencari rebung, padahal si laki-laki hanya iseng supaya bisa berduaan dengan wanita itu.

Ma Long Kong Kaeng – Poj Sai Indy

Lagu berjudul Ma Long Kong Kaeng ini dinyanyikan oleh Poj Sai Indy dan dipublikasikan pada tanggal 17 Januari 2020. Lagu ini bercerita tentang laki-laki yang ingin meminta maaf kepada pacarnya karena merasa menjadi orang yang tidak berguna. Lagu yang video klipnya berlatar belakang di alam terbuka ini cukup asyik untuk didengarkan. Lirik yang paling kocak di telinga orang Indonesia adalah saat reff-nya yang terdengar seperti ini “maling kingkong, malong kongkeng, ngong ngeng ngong ngeng”.

Toi Loi Toi – Pornachantaporn

Lagu ini dipublikasikan di Youtube pada tanggal 24 Januari 2020. Arti kata ‘Toi’ dalam lagu ini sama seperti ‘Toy’ yang dalam bahasa Indonesia berarti mainan atau boneka, tetapi banyak orang Indonesia yang salah mendengar lirik “Loi toi” menjadi “Letoy” sehingga lagu ini pasti akan membuat tertawa orang Indonesia yang tidak mengerti bahasa Thailand.

Melansir dari keterangan video musik di kanal official Youtubenya yaitu พอดีม่วน STUDIO, lagu ini bercerita tentang seorang gadis yang bertemu teman laki-laki yang ia kenal sejak kanak-kanak. Sudah lama tidak bertemu dan gadis itu menyadari bahwa teman laki-lakinya itu menjadi semakin tampan. Saking kocaknya lagu ini pernah diedit menjadi versi remix, salah satunya oleh kanal Youtube Dedeomat.

Hong Thong – Kapten Ha

Dari semua lagu di atas, mungkin lagu inilah yang memiliki lirik paling menghebohkan netizen. Lagu yang berjudul asli ‘Hon Thong’ ini ditayangkan perdana pada tanggal 28 Januari 2020. Sebenarnya lirik lagu ini bercerita tentang minuman alkohol tetapi di telinga orang Indonesia liriknya terdengar sangat mirip dengan bahasa Indonesia. Awalnya lagu ini diawali dengan musik yang asyik dan terdengar seperti lagu Thailand biasa, namun pada menit ke 1:06 mulai terjadi momen misheard  yang dijamin akan membuat anda tertawa karena mengira si penyanyi sedang bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia.

Itulah lagu-lagu Thailand yang sempat menghebohkan netizen di Indonesia. Momen misheard pada lagu Thailand tersebut mungkin menjadi salah satu alasan mengapa lagu tersebut cepat viral di Indonesia. Namun dibalik itu semua, lagu-lagu di atas memang memiliki lirik yang catchy dan irama yang enak didengar. Hal yang terpenting adalah dengan hadirnya lagu Thailand di atas telah sukses membuat netizen Indonesia merasa terhibur. 

Gym and Swim – Yuuwahuu

Gym and Swim adalah band tropical / indie pop asal Bangkok. Mereka semacam grup kolektif di mana setiap membernya memiliki band sendiri. Terbentuk tahun 2013, Gym and Swim sudah mengeluarkan sebuah album berjudul Sea sick.

Albumnya tersebut cukup ramai dibicarakan di Thailand sana serta di Jepang. Ketenarannya di Jepang mereka dapatkan setelah melakukan tur di sana. Carilah albumnya karena tidak ada satupun lagu di Seasick yang tidak enak.

Phum Viphurit – Long Gone

Ketika mendengar lagunya tanpa mengetahui sang artis, pasti kesan pertama yang timbul di benak adalah vokalis yang sudah berumur di atas 30 tahun. Minimal bayangannya adalah sosok seperti vokalis Float, Hotma Roni Simamora karena suaranya yang cukup berat dan mirip dengan gaya bernyanyi Hotma. Itu salah besar.

Phum Viphurit hanyalah seorang pemuda berumur 23 tahun yang mulai berkarya pada usia 18 tahun. Bahasa Inggrisnya cakap, yang jauh dari kemampuan orang-orang Thailand pada umumnya datang dari masa kecilnya yang dia habiskan di New Zealand. Tidak salah debut albumnya Manchild yang berisi sembilan lagu langsung booming di Thailand sana.